![]() |
| PMII dan IPNU Paser saat melakukan audiensi dengan Polres Paser |
Yarahmanofficial. Tanah Paser – Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Paser menggelar aksi di Polres Paser, Minggu (31/08/2025) malam. Mereka menuntut pertanggungjawaban kepolisian atas kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang ditabrak kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.
Aksi dimulai pukul 20.30 WITA di halaman Polres Paser dan dilanjutkan dengan audiensi terbuka. Massa menuntut transparansi proses hukum terhadap tujuh polisi yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Ketua PMII Paser sekaligus koordinator lapangan, Yarahman, menyebut peristiwa itu sebagai catatan hitam bagi institusi kepolisian. Ia melontarkan kritik tajam terhadap aparat yang dinilai hanya menjadi alat penguasa dalam membungkam masyarakat sipil.
“Kami melihat polisi hari ini hanya sebagai alat kekuatan pemerintah dalam meredam aksi unjuk rasa,” tegasnya.
Baca juga: PMII Paser Desak Kasus Driver Ojol Tewas Diusut Tuntas
Selain isu nasional, massa juga menyinggung lemahnya jaminan keamanan di daerah, termasuk kasus di Kecamatan Muara Komam yang menewaskan seorang warga setempat.
![]() |
| Foto: Massa PMII dan IPNU Paser menunjukkan foto almarhum Affan Kurniawan sebagai bentuk protes di depan Polres Paser |
Menanggapi aksi tersebut, Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dari mahasiswa. Ia menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan pernyataan resmi akan dirilis setelah ada putusan.
“Kami akan merilis pernyataan resmi setelah ada putusan terhadap tujuh polisi yang terlibat,” ujar Novy.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi atas masukan PMII dan IPNU Paser demi kemajuan kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


0 Komentar