Tentang Yarahman

Yarahman adalah seorang profesional muda asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang sejak 2014 menapaki perjalanan panjang dalam dunia organisasi, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan latar belakang sebagai penulis, desainer grafis, aktivis mahasiswa, serta penggerak komunitas, Yarahman membangun rekam jejak yang berakar pada komitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan tempat ia tumbuh.

Lahir di Desa Mendik, Kecamatan Long Kali, dari pasangan Hadri dan Ernawati (Warna), Yarahman tumbuh dalam keluarga yang menjalani kehidupan sederhana. Keterbatasan ekonomi yang melingkupi masa kecilnya tidak pernah mematahkan keyakinannya bahwa setiap anak berhak bermimpi. Meskipun berasal dari kampung dengan fasilitas terbatas, ia percaya bahwa pendidikan adalah jalan terjal yang dapat mengubah masa depan. Babah dan Mamahnya selalu berupaya memberikan yang terbaik, meski dengan susah payah, demi memastikan anak-anaknya tetap bersekolah dan terus melangkah.

Masa kecil Yarahman diwarnai dinamika hidup. Ia bukan sosok yang dominan di kelas—kurang percaya diri, pendiam, dan merasa tidak memiliki kemampuan akademik yang menonjol. Namun di balik kesederhanaan, sifat pendiam, dan berbagai kekurangan itu, tersimpan tekad kuat untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Perjalanan pendidikannya pun tidak selalu mulus. Ia beberapa kali berpindah sekolah: dari SD 007 Balikpapan, kemudian SDN 003 Mendik, dan selanjutnya SDN 011 Tanah Grogot. Perpindahan itu terjadi karena mengikuti orang tuanya mencari peruntungan demi memenuhi kebutuhan keluarga serta tanggungan terhadap dirinya, adik perempuan, dan kakak kandungnya.

Saat memasuki jenjang menengah pertama, Yarahman melanjutkan pendidikan di SMP 5 Tanah Grogot. Ia dititipkan kepada anggota keluarga dari pihak Babahnya. Di sana, Yarahman bersekolah sambil bekerja serabutan menjaga usaha keluarga yang saat itu bergerak di bidang galon isi ulang. Sambil menuntut ilmu, ia berusaha mencari uang saku sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan tujuan meringankan beban orang tua yang setiap bulan masih mengirimkan uang untuknya.

Namun masa itu hanya bertahan sekitar satu setengah tahun, tepatnya hingga kelas 8 semester ganjil. Rasa rindu yang mendalam terhadap kampung halaman membuatnya memutuskan kembali ke Mendik. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Long Kali—tempat ia dilahirkan dan berharap menemukan kembali ketenangan batin. Yang paling penting, ia bisa kembali dekat dengan keluarga, meskipun sebenarnya ia merasa cukup asing dengan kampung halamannya sendiri karena sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di Balikpapan dan Tanah Grogot, bukan di Mendik.

Setelah lulus SMP, Yarahman kembali ke Tanah Grogot untuk melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 2 Tanah Grogot. Ia memilih jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)—jurusan yang sebenarnya kurang diminati. Pilihan itu diambil bukan semata karena minat awal, melainkan karena rasa kurang percaya diri terhadap nilai ujian SMP yang menurutnya belum cukup kuat untuk bersaing di jurusan lain.

Padahal, sejak kecil Yarahman sangat gemar berada di depan laptop: mengoperasikan komputer, menjelajahi perkembangan di internet, bermain game, menulis artikel, dan melakukan berbagai eksplorasi digital lainnya. Minat itu sebenarnya lebih sesuai dengan jurusan yang tersedia di SMK Negeri 1 Tanah Grogot. Namun ketidakpercayaan diri dan keengganannya mengambil risiko besar membuatnya mengurungkan niat. Selain itu, ia juga mempertimbangkan bahwa salah satu kerabatnya telah lebih dulu masuk ke jurusan ATPH, sehingga membuatnya merasa lebih aman mengikuti jejak tersebut.

Meski begitu, ia menilai bahwa pertanian bukanlah pilihan buruk. Baginya, pertanian adalah pondasi kehidupan. Bahkan, masa kecil Yarahman banyak dihabiskan di sawah—berbulan-bulan menanam padi dan sayuran bersama orang tuanya. Justru dari situlah ia merasakan bahwa jurusan ATPH membawanya semakin dekat dengan dunia pertanian, bidang yang kelak ia dalami lebih serius di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam perjalanan hidupnya, Yarahman tidak hanya ditempa oleh lingkungan sekolah dan keluarga inti, tetapi juga oleh figur-figur yang hadir pada waktu yang tepat. Salah satunya adalah paman dari pihak Mamahnya, yang ia akrab panggil Kai Cecet atau H. Abdul Hamid. Sosok pengusaha di bidang jasa travel haji dan pedagang pakaian ini dikenal tegas, berprinsip, dan memiliki pola didik yang kuat.

Saat menempuh pendidikan, Yarahman pernah dititipkan di rumah kainya itu. Masa tinggal tersebut banyak membentuk karakter dirinya. Dari Kai Cecet, ia belajar kedisiplinan, kemandirian, serta keberanian untuk mengambil peran dan memimpin sesuatu. Doktrin yang selalu diulang oleh sang kai menjadi pengingat yang membekas hingga kini: “Jika kamu tidak sekolah dan tidak bekerja keras, maka sepanjang hidup kamu akan tumbuh dalam kemiskinan yang terstruktur.”

Nilai itu tertanam kuat dalam diri Yarahman. Sejak saat itu, ia bertekad menempuh pendidikan setinggi mungkin, ditopang oleh semangat dan kerja keras yang tidak pernah padam.


Awal Kiprah Organisasi

Perjalanan organisasi Yarahman dimulai sejak masa sekolah. Ia terlebih dahulu aktif sebagai anggota OSIS SMK Negeri 2 Tanah Grogot, ruang awal yang mengasah dasar kepemimpinan, karena ia melihat beberapa sosok yang inspiratif memegang mikrofon, mengarahkan siswa ospek, tegas, berwibawa, membuatnya ingin tampil seperti itu ke depannya, memantapkan hatinya untuk bergabung. Pada tahun 2014–2015, di waktu yang sama setelah masuk pengurus OSIS, ia bergabung dengan Organisasi Citarasa Kebaikan Pelajar (CAKEP) Kabupaten Paser, sebuah organisasi yang memperluas relasi antar pelajar, wawasannya tentang kepedulian sosial dan peran remaja.

Setelah pulang dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Benih Induk (BBI) Tanaman Pangan dan Hortikultura yang terletak di Jalan Soekarno–Hatta Km 40, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, keaktifan dan ketekunan Yarahman mulai diperhatikan oleh pembina Pramuka dan OSIS saat itu, yakni Pak Soni Sumarsono dan Ibu Dede. Melihat kapasitas dan kedisiplinannya, mereka mendorong Yarahman untuk memimpin organisasi siswa.

Akhirnya, Yarahman dipercaya menjabat sebagai Ketua OSIS SMK Negeri 2 Tanah Grogot periode 2015–2016. Awalnya, pemilihan direncanakan dilakukan melalui pemilu raya dengan menghadirkan beberapa kandidat yang dianggap memiliki integritas serupa dengannya. Namun, proses tersebut kemudian diputuskan secara aklamasi karena Yarahman dinilai paling memenuhi syarat dan mendapatkan dukungan terbesar. Jabatan sebagai ketua OSIS menjadi amanah penting yang semakin menempa karakternya—menguatkan sifat tegas, bijak, serta berpihak pada kemajuan sekolah dan mewakili siswa-siswi SMK Negeri 2 Tanah Grogot.


Menjejak Dunia Kampus

Menjelang kelulusan, Yarahman sangat bingung karena keterbatasan biaya membuatnya tidak mampu berharap lebih banyak untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Restu dari Kai Cecet yang menampungnya saat SMK juga tidak dikantongi. Kai berkata bahwa ia sudah tua, butuh dekat dengan cucu dan anggota keluarganya, dan berharap besar kepada Yarahman untuk ikut mengurusinya karena penyakit katarak dan sakit jantung, hingga membuatnya lebih sering kontrol jantung karena lima ring telah terpasang di tubuhnya. Sejalan dengan restu yang tidak diterima, Yarahman gagal mengikuti seleksi SNMPTN dan SBMPTN. Walau tidak mendapat restu, Yarahman mencoba berlapang dada, hingga akhirnya memutuskan masuk ke STIE Widya Praja Tanah Grogot. Namun pada akhir menjelang pendaftaran, ia memutuskan untuk melanjutkan ke STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot, jurusan yang linier dengan masa sekolahnya, yakni pertanian dengan ketersediaan jurusan Agroteknologi.

Memasuki bangku kuliah, kiprah organisasi Yarahman berkembang semakin luas. Pada awal masuk kuliah, ia dianugerahi sebagai Mahasiswa Terbaik Program Pengenalan Kampus STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot (2017). Ia kemudian dipercaya sebagai ketua tingkat dan aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan.

Di lingkungan jurusan, Yarahman didapuk menjadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Agroteknologi STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot (2017–2018). Tidak hanya itu, ia juga mendapat amanah sebagai Ketua Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) STIPER (2018–2019). Amanah ini membuka banyak kesempatan, termasuk mengantarkannya menjadi salah satu mahasiswa berprestasi sebagai Duta GenRe Kabupaten Paser 2018, kemudian melaju ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur–Kaltara hingga dinobatkan sebagai Top 5 Duta GenRe.

Kepemimpinannya di PIK-R turut membawa organisasinya meraih beberapa penghargaan bergengsi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, salah satunya pada peringatan Hari Remaja Internasional. Di tingkat kabupaten, Yarahman dipercaya sebagai Wakil Ketua Forum GenRe Kabupaten Paser (2018–2019) dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan sosialisasi serta memfasilitasi pendirian PIK-R di seluruh wilayah Kabupaten Paser, bekerja sama dengan DPPKBPPPA Kabupaten Paser.

Pada tahun 2019, semangat Yarahman untuk terus berkembang tidak pernah surut. Berkat dukungan beberapa rekan yang memahami betul potensinya, ia diarahkan untuk mengikuti Program Duta Pemuda yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Paser. Program tersebut mengantarkannya menjadi salah satu peserta terbaik dan berhak melaju mengikuti kompetisi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kota Bontang.

Dalam kegiatan Jambore Pemuda se-Kalimantan Timur tersebut, Yarahman dipercaya memegang posisi sebagai “Pak Lurah”, sebuah julukan bagi pemimpin dalam kegiatan tersebut. Bersama kontingen Paser, ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan: Pentas Seni Terbaik II dan Stand Pameran Terbaik III se-Kalimantan Timur. Semua capaian ini lahir dari kerja keras dan solidaritas kontingen Paser saat itu.

Setelah kompetisi berakhir, Yarahman bergabung sebagai anggota Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kabupaten Paser, sebuah wadah yang menghimpun pemuda-pemudi berprestasi dari seluruh Indonesia.

Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya memimpin Komisariat PMII STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot (2019–2020). Yarahman sebenarnya telah mengikuti proses kaderisasi sejak 2017, di awal masa kuliahnya. Ia sempat memimpin komisariat pada 2018, namun mengalami dinamika internal hingga terjadi kudeta akibat situasi politik kampus saat itu. Meski demikian, ia tidak berputus asa. Keteguhan dan konsistensinya membuat ia kembali diamanahkan sebagai ketua dalam Rapat Tahunan Komisariat STIPER Muhammadiyah, sekaligus mengokohkan posisinya sebagai salah satu aktivis muda yang berpengaruh baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.


Membangun Gerakan Anak Muda

Tahun 2020 menjadi titik penting dalam perjalanan Yarahman. Di tengah merebaknya Covid-19, ketika pemerintah menerapkan pembatasan dan aktivitas organisasi terhambat oleh situasi pandemi, Yarahman merasa cemas melihat ritme gerakan kepemudaan yang melambat. Kegelisahan itu mendorongnya berpikir keras untuk menciptakan ruang diskusi yang tetap bisa berjalan meskipun dilakukan dari jarak jauh.

Dari kegelisahan tersebut, lahirlah Komunitas Kacamata Anak Muda, sebuah komunitas independen yang ia dirikan sebagai ruang tumbuh kreativitas, edukasi, dan partisipasi generasi muda. Melalui berbagai program literasi, diskusi publik, hingga kegiatan sosial, komunitas ini menjadi wadah bagi para pemuda untuk berkontribusi terhadap pembangunan sosial di Kabupaten Paser.

Meskipun perjalanannya tidak selalu mulus dan mengalami pasang surut, komunitas ini tetap bertahan hingga hari ini. Program-programnya mendapatkan atensi dari pelajar, akademisi, hingga kalangan nasional dan internasional, menjadikan gerakan ini salah satu inisiatif kepemudaan signifikan yang lahir dari Kabupaten Paser.


Amanah dan Perjalanan Kepemimpinan

Kepercayaan alumni PMII Paser dan para rekan organisasi terhadap Yarahman semakin menguat seiring waktu. Ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Pengurus Cabang PMII Paser periode 2021–2024 pada masa kepemimpinan Amirratuzzakirah, setelah sebelumnya demisioner dari Komisariat STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot, dan kemudian dilanjutkan pada masa kepemimpinan Burhanuddin.

Di tengah dinamika kepemudaan di tingkat daerah yang mengalami ketidakjelasan arah, kelompok pemuda yang tergabung dalam Cipayung Plus beserta berbagai komunitas memutuskan untuk membentuk Forum Komunikasi Pemuda Kalimantan Timur di bawah pembinaan DISPORA Kaltim. Di Kabupaten Paser, langkah rekonsiliasi kepemudaan serupa dilakukan. Dalam proses tersebut, Yarahman resmi masuk dalam komposisi perwakilan PMII Paser dengan menjabat sebagai Wakil Ketua II Forum Komunikasi Pemuda Kabupaten Paser (2023–sekarang) di bawah kepemimpinan Dodi Wahyudi.

Puncak perjalanan kepemimpinannya terjadi pada tahun 2025, ketika Yarahman terpilih sebagai Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Paser masa bhakti 2025–2026. Jabatan ini menjadi ruang strategis baginya untuk menghadirkan gerakan intelektual dan sosial yang lebih luas demi kemajuan daerah.


Perjalanan Akademik

Selain aktif dalam berbagai organisasi, Yarahman juga terus melanjutkan pendidikannya. Saat ini ia menempuh studi Pascasarjana di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Fakultas Pertanian, Program Studi Agronomi. Langkah akademik ini merupakan wujud komitmennya untuk memperdalam ilmu sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian di daerahnya.

Sebelumnya, Yarahman telah menyelesaikan pendidikan sarjana di STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot pada tahun 2022. Pada masa studinya, ia melakukan penelitian mengenai tanaman padi dan tergabung dalam tim riset yang meneliti calon varietas padi unggul adaptif di Kabupaten Paser di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. H. Rusdiansyah, M.Si, seorang akademisi sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda. Sejak saat itu, ketertarikannya terhadap penelitian yang linear dengan bidang agronomi semakin menguat.

Saat ini, Yarahman tengah melakukan penelitian mengenai varietas padi hitam, yang dikenal sebagai salah satu komoditas pangan fungsional. Baginya, konsentrasi penelitian pada komoditas padi merupakan bentuk sumbangsih terhadap daerah, khususnya Kabupaten Paser.


Penghargaan dan Capaian

Dalam perjalanannya, Yarahman telah memperoleh berbagai penghargaan di tingkat kampus, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Deretan penghargaan tersebut menjadi bukti dedikasi dan kerja kerasnya dalam dunia organisasi, kepemudaan, dan pengembangan kapasitas diri.

Salah satu pencapaian pentingnya hadir ketika ia mengikuti Kompetisi Esai Nasional Pengurus Besar PMII pada masa kepemimpinan Abdullah Syukri. Pada ajang tersebut, Yarahman berhasil meraih Juara Esai Nasional PB PMII (2021), sebuah capaian yang memperkuat gagasannya mengenai pentingnya gerakan intelektual pemuda.

Sejalan dengan kiprahnya dalam membesarkan media, kepiawaiannya dalam desain grafis, serta perannya dalam membentuk dan membina komunitas Kacamata Anak Muda, Yarahman kembali mendapat pengakuan. Ia menerima Penghargaan dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Paser, yang ditandatangani langsung oleh Pj. Bupati Paser pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 tahun 2024.

Yarahman menyadari bahwa perjalanan yang ia tempuh saat ini masih merupakan proses panjang. Baginya, segala pencapaian hari ini hanyalah langkah awal menuju hal yang lebih bernilai. Ia meyakini bahwa perjuangan yang dilakukan sekarang adalah bentuk investasi untuk masa depan—upaya meraih sesuatu yang pantas dan layak ia dapatkan kelak. Ia ingin memutus mata rantai kemiskinan yang dialami orang tuanya dan menjadi jalan pembuka bagi keluarganya. Ia percaya bahwa tidak ada proses yang sia-sia; setiap langkah kecil yang ia lakukan hari ini akan dicatat Tuhan, yang tidak pernah tidur atas ikhtiar hambanya.

Posting Komentar

0 Komentar